Sabtu, 04 November 2017

TATA CARA MENGQADHA SHALAT LAIL

TATA CARA MENGQADHA SHALAT LAIL

Tanya:
Bagaimana cara mengqadha Ibadah sunnah yang tertinggal? Misal, sudah terbiasa Tahajud, lalu satu hari tertinggal, saya pernah mendengar atsar bahwa bisa diqadha waktu dhuha dengan rakaat yang biasanya ia kerjakan, lalu di tambah 1 rakaat. Apakah 1 rakaat ini terpisah atau bergabung dengan witirnya?
Syukran.

Jawab:
Satu raka'at tersebut digabung dan tidak dipisah, bila memisahkan satu raka'at tersebut maka nampak seakan-akan melakukan shalat witir satu raka'at di siang hari, sementara witir ini merupakan kekhususan pada waktu malam dan keberadaannya sebagai penutup shalat lail sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam:

اجْعَلُوا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا.

"Jadikanlah oleh kalian akhir shalat kalian pada malam hari dengan witir". Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy.

Bila seseorang lupa atau dia tertidur dari melakukan shalat lail semisal witir ini, yang biasa dia lakukan hanya satu raka'at di setiap malam maka ketika dia masuk pada waktu dhuha hendaknya dia lakukan 2 raka’at dengan sekali salam, kalau kebiasaannya melakukan shalat lail hanya 3 raka'at lalu dia tertidur atau lupa dari melakukannya pada malam hari maka dia lakukan pada waktu dhuha menjadi 4 raka'at dengan sekali salam atau 2 kali salam yaitu 2 raka’at 2 raka’at.
Kebiasaan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dalam melakukan shalat lail adalah 11 raka'at, ketika beliau sakit hingga tidak bisa melakukannya pada malam hari maka beliau mengqadhanya pada waktu dhuha dengan melakukan 12 raka'at, berkata 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha:

وَكَانَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى صَلاَةً أَحَبَّ أَنْ يُدَاوِمَ عَلَيْهَا وَكَانَ إِذَا غَلَبَهُ نَوْمٌ أَوْ وَجَعٌ عَنْ قِيَامِ اللَّيْلِ صَلَّى مِنَ النَّهَارِ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً.

"Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam jika shalat maka beliau senang untuk kontinyu pada pelaksanaannya, jika beliau tertidur atau sakit dari melakukan shalat lail maka beliau shalat 12 raka'at di sebagian waktu siang". Diriwayatkan oleh Muslim.
Wallahu A'lam.

(Abu Ahmad Muhammad Al-Khidhir di Kemang Pratama-Bekasi pada 16 Shafar 1439).

⛵ http://t.me/majaalisalkhidhir/1156