Tanya:
Bismillah.
Afwan ustadz tolong kasih ana pencerahan soal aurat laki-laki, apakah pusar dan lutut termasuk aurat atau bukan karena ada yang berpendapat pusar dan lutut bukan aurat laki laki, mohon penjelesannya Baarakallahu fiykum.
Jawab:
Pusar dan lutut termasuk aurat, akan tetapi keduanya masuk kategori aurat kubra, karena aurat terbagi kepada 2 bagian, yaitu aurat kubra dan aurat shughra.
Pusar dan lutut termasuk aurat kubra, dan paha masuk di dalam kategori aurat kubra ini, dengan dalil hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Aisyah Radhiyallahu 'Anha, beliau berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُضْطَجِعًا فِي بَيْتِي كَاشِفًا عَنْ فَخِذَيْهِ أَوْ سَاقَيْهِ فَاسْتَأْذَنَ أَبُو بَكْرٍ فَأَذِنَ لَهُ وَهُوَ عَلَى تِلْكَ الْحَالِ فَتَحَدَّثَ ثُمَّ اسْتَأْذَنَ عُمَرُ فَأَذِنَ لَهُ وَهُوَ كَذَلِكَ فَتَحَدَّثَ ثُمَّ اسْتَأْذَنَ عُثْمَانُ فَجَلَسَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَوَّى ثِيَابَهُ فَدَخَلَ فَتَحَدَّثَ.
"Dahulu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berbaring di rumahku dalam keadaan tersingkap kedua paha beliau atau kedua betis beliau. Lalu Abu Bakr minta izin kepada beliau (untuk masuk ke dalam rumah) maka beliau pun mengizinkannya sedangkan beliau dalam keadaan seperti itu lalu berbincang-bincang. Kemudian 'Umar meminta izin kepada beliau (untuk masuk ke dalam rumah) maka beliau pun mengizinkannya dalam keadaan beliau tetap seperti itu lalu berbincang-bincang. Kemudian Utsman meminta izin kepada beliau (untuk masuk ke dalam rumah) maka Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam langsung duduk dan membetulkan pakaiannya, lalu (mengizinkannya untuk masuk), kemudian Utsman masuk lalu berbincang-bincang".
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam membiarkan lutut atau paha beliau terlihat oleh laki-laki dari para shahabat beliau, ini kejadiannya bukan sekali akan tetapi beberapa kali, Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu mengatakan:
ثُمَّ حَسَرَ الْإِزَارَ عَنْ فَخِذِهِ حَتَّى إِنِّي أَنْظُرُ إِلَى بَيَاضِ فَخِذِ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
"Lalu beliau menyingkap sarung dari paha beliau hingga aku dapat melihat putihnya paha Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam". Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy.
Dan di antara para shahabat ada pula yang pernah membuka paha di hadapan shahabat yang lain, di dalam riwayat Al-Bukhariy, berkata Musa bin Anas:
أَتَى أَنَسٌ ثَابِتَ بْنَ قَيْسٍ وَقَدْ حَسَرَ عَنْ فَخِذَيْهِ وَهُوَ يَتَحَنَّط.
"Anas menemui Tsabit bin Qais dan sungguh telah tersingkap pada kedua paha beliau sedangkan beliau sedang memakai minyak-minyak".
Adapun apa yang ada di antara pusar dan lutut maka dia adalah aurat sughra, Al-Mawardiy Rahimahullah menjelaskan:
ﺃَﻣَّﺎ ﺍﻟﺼٌـﻐْﺮَﻯ ﻓَﻤَﺎ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟﺴُّﺮَّﺓِ ﻭَﺍﻟﺮُّﻛْﺒَﺔِ.
"Adapun aurat sughra maka dia adalah apa yang di antara pusar dan lutut".
Apa yang ada di antara pusar dan lutut yaitu 2 saluran keluarnya kotoran, adapun paha maka tidaklah termasuk dari kedua saluran tersebut, karena keduanya adalah aurat shughra, sedangkan paha termasuk dari aurat kubra, sebagaimana telah lalu penyebutan dalilnya, Wallahu A'lam.
(Abu Ahmad Muhammad Al-Khidhir di Lantana-Kemang Pratama Bekasi pada 23 Muharram 1439).
⛵ http://t.me/majaalisalkhidhir