Fatwa Asy Syaikh Al Faqih Muhammad bin Hizam:
بسم الله الرحمن الرحيم
📚 *Nasehat Untuk Tidak Taqlid* 📚
📮 Pertanyaan :
Berkata penanya : Apa hukumnya orang yang mengatakan : _Jika engkau mendapati perkataanku menyelisihi perkataan *masyaikh*, maka tinggalkanlah perkataanku dan ambillah perkataan *masyaikh*_ ?
📮 Jawaban :
Ini adalah kalam yang *bathil* , perkataan ini tertolak dari pengucapnya, berkata Alloh عز وجل :
اِتَّبِعُوْا مَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْكُمْ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوْا مِنْ دُوْنِهٖۤ اَوْلِيَآءَ ؕ قَلِيْلًا مَّا تَذَكَّرُوْنَ
*_Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti selain Dia sebagai pemimpin. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran._*
[QS. Al-A'raf: Ayat 3]
Para ulama mendidik kita untuk mengambil dalil dalil syar'iyyah, berkata Imam Ahmad رحمه الله :
Janganlah kalian taqlid kepadaku dan jangan pula taqlid kepada Malik, jangan pula pada Syafi'i ataupun Al Auza'i, dan ambillah dari mana mereka mengambilnya_* dan beliau رحمه الله berkata :
Aku heran dengan sebuah kaum yang mengambil ucapannya Sufyan, padahal Alloh عز وجل berfirman_* :
فَلْيَحْذَرِ الَّذِيْنَ يُخَالِفُوْنَ عَنْ اَمْرِهٖۤ اَنْ تُصِيْبَهُمْ فِتْنَةٌ اَوْ يُصِيْبَهُمْ عَذَابٌ اَ لِيْمٌ
maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah rasul-Nya takut akan mendapat cobaan atau ditimpa azab yang pedih.
[QS. An-Nur: Ayat 63]
Dan berkata Imam Asy Syaafi'i رحمه الله :
Jika telah shohih hadits maka itulah madzhabku dan beliau berkata juga :
Jika engkau melihat perkataanku menyelisihi perkataan Alloh عز وجل dan perkataan Rosululloh صلى الله عليه وسلم maka campakkanlah ucapanku ke dinding*_ , dan berkata Imam Malik رحمه الله :
Setiap orang perkataannya diambil dan ditolak kecuali perkataan penghuni kuburan ini, dan beliau mengisyaratkan jarinya ke kuburan nabi صلى الله عليه وسلم.
Dengan demikian menggantungkan manusia dengan orang tertentu bukanlah termasuk bentuk pendidikan ahlu sunnah wal jama'ah, dan bukan pula bagian dari mazhab salaf رحمهم الله untuk menggantungkan pada pribadi pribadi tertentu, tautkanlah manusia dengan Kitaabulloh عز وجل dan Sunnah Rosululloh صلى الله عليه وسلم, sekalipun dengan seorang imam dari salah satu a'immah , janganlah kamu bergantung, sekalipun pada Imam Ahmad, Imam Ahlu Sunnah wal Jamaah, atau Imam Syafi'i, ataupun Imam Malik, jangan kamu bergantung pada ucapan seorang imam selamanya, dan bahkan tidak pula ucapannya seorang sahabat diantara para sahabat رضي الله عنهم , semuanya diambil dan ditolak perkataannya kecuali Rosululloh صلى الله عليه وسلم ,adapun ijma'nya sahabat maka itu hujjah, begitupula sahabat رضي الله عنه, jika mengatakan sebuah ucapan dan tidak ada satupun sahabat yang lain yang menyelisihinya, maka perkataanya didahulukan dari perkataan selainnya (dari kalangan ulama), kecuali jika engkau dapati dalil yang jelas didalam masalah tersebut,
Allohul musta'an, semuanya diambil dan ditolak ucapannya kecuali Rosululloh صلة الله عليه وسلم, dan Asy Syaikhul Islam رحمه الله memiliki sebuah kalam yang sangat bagus sebagaimana didalam Majmu' fatawa belaiu mengatakan :
barang siapa yang menyandarkan dirinya kepada seseorang selain Rosululloh صلى الله عليه وسلم dia mengambil ucapannya (secara keseluruhan), mencintai karenanya dan memusuhi juga karenanya maka dia itu mubtadi' .
Dan berkata Syaikh kami Muqbil bin Hadi رحمه الله :
Tidak ada yang bertaqlid kepadaku kecuali orang yang jatuh
Dan berkata Salim bin Abdillah bin Umar bahwasanya beliau mendengar seorang pria dari penduduk Syam bertanya kepada Abdulloh ibnu Umar mengenai tamattu' yakni dengan mengikutkan umroh baru haji, maka berkata Abdulloh : Boleh maka berkata Syammy ( orang Syam tadi) : Sesungguhnya ayahmu telah melarang darinya, maka Abdulloh ibnu Umar berkata : Apa pendapatmu jika Ayahku melarangnya dalam keadaan Rosululloh صلى الله عليه وسلم telah melakukannya, perkara ayahku kah yang lebih berhak diikuti atau perkara Rosululloh صلى الله عليه وسلم maka berkata pria tadi : Tentu perkaranya Rosululloh صلى الله عليه وسلم , Maka Ibnu Umar berkata : Sungguh Rosululloh صلى الله عليه وسلم dahulu telah melakukannya, (Atsar ini) dikeluarkan oleh An Nasa'i.
Dengan begitu *haram* bagi seseorang untuk menggantungkan manusia kepada pribadi seseorang, atau kepada seorang yang Aalim, _(selain rosululloh صلى الله عليه وسلم)_ apa yang dikatakannya itulah kebenaran, dan apa yang menyelisihinya maka itu bathil, *Tidak !*, pendidikan Ahlu Sunnah wal Jama'ah adalah menggantungkan seseorang dengan Kitaabulloh عز وجل, dan Sunnah Rosululloh صلى الله عليه وسلم diatas faham Salafu sholih رضوان الله عليهم, berpijakan dengan dalil dalil apa yang menjadi dalilnya, Wallohul Musta'an
Selesai.
_____________________________________
Diterjemah oleh :
☄ Admin☄
Sumber Fatwa: Chanel Telegram @ibnhezam
=======
📃 Baca fatwa lainnya di
⤵️⤵️⤵️
http://bit.do/binhizamind