Majaalis Al-Khidhir:
HUKUM SEORANG MUSLIM YANG MENGURUSI JENÂZAH ORANG TUANYA YANG KÂFIR
📝 Tanya:
Seorang anak yang dia muslim namun orang tuanya kafir, ketika orang tuanya mati apakah dia harus mengurusi jenâzahnya? Ataukah dia membiarkannya begitu saja sampai orang kafir lainnya yang akan mengurus jenâzahnya?
📜 Jawab:
Kalau keberadaan dia hanya bersendirian, dia tidak memiliki saudara dari orang tuanya tersebut, maka dia urus jenâzahnya, akan tetapi dalam mengurusinya jangan dia memperlakukannya sama persis dengan memperlakukan jenâzah muslim, ini berdasarkan riwayat Al-Imâm Ahmad dan yang lainnya, yang dishahihkan oleh Al-Imâm Al-Albâniy dari Alî bin Abî Thâlib, bahwasanya beliau berkata:
لَمَّا مَاتَ أَبُو طَالِبٍ أَتَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ: إِنَّ عَمَّكَ الشَّيْخَ الضَّالَّ قَدْ مَاتَ، فَقَالَ: انْطَلِقْ فَوَارِهِ
“Tatkala Abû Thâlib mati, maka aku mendatangi Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam lalu aku berkata kepada beliau: Sesungguhnya pamanmu orang tua yang sesat itu benar-benar telah mati, maka beliau berkata: Pergilah kamu lalu kuburlah dia.”
Dan sebagian ulama berdalil pula dengan riwayat Ibni Abî Syaibah dari Abû Wâil, beliau berkata:
مَاتَتْ أُمِّي وَهِيَ نَصْرَانِيَّةُ فَأَتَيْتُ عُمَرَ فَذَكَرْتُ لَهُ، فَقَالَ: ارْكَبْ دَابَّةً وَسِرْ أَمَامَهَا.
“Ibuku mati dan dia adalah beragama nasrani, lalu aku mendatangi Umar kemudian aku menyebutkan kepadanya maka beliau berkata: Naikilah kamu ke suatu kendaraan lalu jalanlah di depannya.”
Adapun kalau ada yang mengurusinya, baik dari saudaranya dari anak orang tuanya tersebut yang seagama dengan orang tuanya atau dari orang lain yang seagama dengan orang tuanya maka tidak perlu lagi baginya untuk mengurusinya. Wallâhu A’lam.
[Abu Ahmad Muhammad Al-Khidhir di Bekasi pada 19 Rajab 1538]
⛵⛵⛵
http://t.me/majaalisalkhidhir