بسم اللــــه الرحمـــــــــن الرحيم
📌 ترجيح الشيخ محمد بن حزام في مسألة حكم من صلى منفردا خلف الصف:
📌
*- Pendapat yg di kuatkan oleh Syaikh Muhammad bin hizam - hafidzohulloh ta'aala - berkaitan masalah HUKUM SHOLAT SENDIRIAN DI BELAKANG SHOF* :
📌
🍂 يقول السائل: صلاة المنفرد خلف الصف هل هي باطلة مطلقاأم إذا لم يصل بجانبه أحد؟
- Si penanya berkata :
👉 sholat sendirian di belakang shof, apakah sholat nya bathil (tidak sah) secara mutlak ataukah Batal apabila tidak ada di samping nya seorang pun?
📝 الإجـــــــــابة :-
يعني إذا صلى قليلاً ثم جاء آخر وصلى معه، النبي صلى الله عليه وسلم يقول" لا صلاة لمنفردٍ خلف الصف " فإذا صلى منفرداً بدون ضرورة وبدون حاجة فصلاته لا تصح سواء صلى ركعة أو صلى الصلاة كاملة ,
📝Jawaban nya :
-yg dia maksud...apabila seseorang baru sholat sebentar kemudian datang orang lain dan sholat bersamanya, Nabi sholalallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Tidaklah sah sholat sendirian di belakang shof " oleh karena itu apabila seseorang sholat sendirian (di belakang shof) tanpa darurat dan tanpa adanya kebutuhan, maka sholatnya tidak sah baik dia sudah sholat satu rokaat maupun Sudah sholat secara sempurna,
أما مع الحاجة ما استطاع أن يدخل الجماعة _ لم يجد مكاناً في الصف ولا استطاع أن يدخل أو يقارب بينهم وخشي أن تفوته الجماعة فلا بأس أن يصلي، فالأظهر أن الحديث منزل على الحالة التي يمكنه أن يدخل الصف،
-Adapun (jika perbuatan tersebut di lakukan) karena adanya kebutuhan, seperti: tidak mampu untuk masuk ke shof (barisan makmum), mungkin karena tidak mendapatkan tempat di shof tersebut dan tidak pula mampu untuk masuk ke shof atau merapat di antara mereka kemudian dia khawatir ketinggalan sholat jamaa'ah, maka tidak masalah /tidak apa apa dia sholat (sendirian di belakang shof)... Yg nampak (bagi kami) bahwa hadits larangan tersebut di terapkan bagi orang yang mampu /mungkin untuk masuk ke shof.
وأما إذا امتلئ الصف وما وجد إلا أن تفوته الجماعة أو يبقى فلا شك أن دخوله معهم هو الذي ينبغي، وعلى هذا فتوى شيخ الإسلام رحمه الله والعثيمين رحمة الله عليهم _ أنه في حق من احتاج لا بأس أن يصلي منفرداً،
- Dan adapun jika shof nya sudah penuh dan dia tidak mendapatkan (tempat) kecuali dia harus ketinggalan jamaa'ah ataukah dia harus menunggu, maka tidak di ragukan lagi bahwa masuknya dia bersama mereka (untuk sholat di belakang shof sendirian ) itulah yang seharusnya di lakukan, dan di atas pendapat inilah fatwa Syaikhul islam - rohimahulloh - dan utsaimiin - Semoga Alloh ta'aala merohmati mereka -, bahwa perbuatan tersebut bagi org yg membutuhkan (hukumnya) tidak mengapa dia sholat sendirian (di belakang shof),
وهذا أقرب فإن الشرع أمر بالمحافظة على الجماعة حتى في صلاة الخوف _ صفهم خلفه صفين صلى الله عليه وسلم وجعل أناس يحرسون وأناس يحضرون الجماعة _ فكيف يفوت الرجل الجماعة من أجل أنه ما وجد أحداً يصلي معه، فالحديث منزل على حق رجل تهاون بالدخول في الصف وصلى منفرداً مع إمكانه أن يدخل في الصف،
-Dan inilah pendapat yang lebih mendekati kebenaran, karena syariat memerintahkan agar (manusia) senantiasa menjaga sholat berjamaah bahkan hingga sholat khouf pun (di perintahkan demikian), Rosululloh sholalallahu 'alaihi wasallam membikin dua shof di belakang nya dan beliau menjadikan sekelompok manusia untuk menjaga dan kelompok yg lain menghadiri sholat berjamaah - kemudian bagaimana seseorang meninggalkan sholat jamaa'ah dengan alasan karena tidak mendapatkan /tidak menjumpai org yg mau sholat bersamanya, maka hadits tersebut (ttg larangan sholat sendirian di belakang shof) di terapkan pada orang yg bermudah mudahan /menganggap remeh untuk masuk ke shof (bersama para makmum) dan sholat sendirian (di belakang shof) bersamaan memungkinkan baginya untuk masuk ke shof,
وإذا كانوا مزدحمين بحيث أنه إذا أخذ شخصاً بجواره يغطون الخلل ويسدون الفجوة فلا بأس أن يأخذ شخصا من الصف يصلي معه، وعند أناسٍ يفهمون المراد أيضاً، وأما إذا كان يسبب تشويشاً وربما تغاضب معه فهذا ما يصلح .
-Dan apabila mereka (para makmum) saling berdempetan /berdesak desakan dalam artian jika orang tersebut mengambil salah seorang di sampingnya dalam keadaan mereka para makmum masih bisa menutupi kerenggangan dan merapatkan celah, maka tidak mengapa seseorang mengambil/menarik salah seorang dari shof tersebut untuk sholat bersamanya, dan (hal ini dilakukan) juga kepada orang orang yg paham terhadap apa yg di inginkan, dan adapun jika perbuatan tersebut justru menyebabkan /menimbulkan keributan atau kekacauan, bisa jadi orang tersebut (yg tidak paham) akan menjadi marah bersama nya.... Maka perbuatan yg seperti ini tidak boleh di lakukan.
_________________________
Selesai.
Diterjemah oleh :
☄Ustadz Abu Zakariyya Harits Al Jabaly
جزاه الله خيرا☄
Sumber Fatwa: Chanel Telegram @ibnhezam
=======
📃 Baca fatwa lainnya di
⤵️⤵️⤵️
https://telegram.me/bin_hizam_indonesia