*KALIMAT EMAS IMAM AL-ALBANI ROHIMAHULLOH*
"Sesungguhnya upaya perbaikan umat (al ishlah) pada zaman ini, tidaklah dimulai dengan gerakan tsauroh (revolusi, pemberontakan, perlawanan, pergolakan dan huru-hara) dan tidak pula dengan melakukan pemberontakan terhadap pemerintah yang kafir, terlebih lagi jika pemerintah itu masih muslim meskipun fasik.
Perbaikan umat itu -sebagaimana yang senantiasa kami katakan sejak puluhan tahun yang lalu- adalah dimulai dengan upaya tashfiyah (pemurnian umat dari penyimpangan agama, baik dari syirik, bid'ah dan sebagainya) dan tarbiyah (pendidikan umat dengan syariat yang murni, baik dengan tauhid, sunnah dan sebagainya).
Jika seseorang itu sejalan dengan kami dalam manhaj (metode) ini, maka cukuplah dengan disebutkan atau diingatkan kembali akan hal ini kepadanya. Jika ia tidak sejalan dengan kami, maka hendaknya ia mengetahuinya. Setelah itu kita ingin mengerti darinya, bagaimana ia ingin dan dengan siapa ia ingin keluar dari ketaatan itu.
Kebanyakan kaum muslimin dalam keadaan jahil (tidak berilmu) dan kebanyakan kaum muslimin yang telah mengetahui beberapa masalah hukum syariat, mereka masih saja menyelisihinya. Maka para wanita mereka memakai pakaian, tetapi telanjang (tidak berhijab). Mu'amalah mereka banyak menyelisihi hukum-hukum syariat di setiap sisinya dan seterusnya.
Kami semua berkeyakinan, bahwa pertolongan Alloh (nashrulloh) bagi hamba-hamba-Nya yang beriman itu disyaratkan dengan satu kalimat, yaitu jika kalian menolong agama Alloh. Sedangkan menolong agama Alloh itu hanyalah dengan: (pertama) ilmu dan (kedua) amal.
Ilmu (syariat) di zaman ini -sebagaimana yang kalian ketahui bersama- terdapat padanya penyimpangan yang sangat besar dari ilmu para salafush sholeh (pendahulu yang sholeh). Oleh karena itu, pada sebuah hadits Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- yang telah kalian ketahui, yang awalnya mengatakan:
إذا تبايعتم بالعينة وأخذتم أذناب البقر -إلى قوله- سلط الله عليكم ذلا، لا ينزعه عنكم حتى ترجعوا إلى دينكم
"Jika kalian telah berjual-beli dengan 'inah (sistem riba) dan mengambil ekor-ekor sapi (cenderung dengan dunia) … maka Alloh akan menimpakan kepada kalian kehinaan. Tidaklah akan mengangkatnya dari diri-diri kalian, sampai kalian mau kembali memegang teguh agama kalian."
Ajaran agama pada zaman ini memiliki pemahaman-pemahaman yang sangat berbilang. Hal itu tidak hanya pada permasalahan furu' (fiqih) saja, bahkan terjadi pula pada apa yang mereka istilahkan dengan masalah ushul (aqidah). Tidak hanya pada hukum-hukum fiqih saja, tetapi juga pada masalah-masalah keyakinan (i'tiqod).
Kalian telah mengetahui pada zaman ini kebanyakan kaum muslimin, kalau tidak beraqidah asy'ariyah, maka maturidiyah.
Apakah dengan mereka itu Islam ini akan tertolong…?!
Maka mau tidak mau, kita harus melakukan tashfiyah (pemurnian agama) dan tarbiyah (pendidikan yang benar). Maka makna sabda Nabi, "Alloh akan menimpakan kepada kalian kehinaan. Tidaklah akan mengangkatnya dari diri-diri kalian, sampai kalian mau kembali memegang teguh agama kalian," yaitu ajaran agama dengan pemahaman yang benar.
Maka wajib atas kita untuk mulai memahamkan Islam dengan pemahaman yang benar kepada manusia dan mendidik mereka di atas pemahaman itu. Ketika itulah, kaum mukminin akan berbahagia dengan pertolongan Alloh. Adapun selain dengan jalan itu, maka selamanya tidaklah mungkin kemuliaan dan kehormatan itu akan kembali kepada kaum muslimin."
(💽 Silsilah Al Huda wa An Nuur, kaset no.799, sebagaimana tersebar di berbagai situs berbahasa Arab)
💎 Faedah dari Ustadz Abù Shòlih Muslih Al Madiyuniy -hafidzhohulloh-
🔁 Direpost dari Channel @MasjidImamAlWadii
JOIN CHANNEL KLIK👇🏽
https://telegram.me/joinchat/CDo99z7cBHhuphwz_mUxKA
➖➖➖➖➖➖➖