Sabtu, 22 Oktober 2016
Bagaimana Urusanmu Dengan Suamimu
:🏆 *Dahulu Aku Adalah Wanita yg sering Puasa, Shalat Malam...*🏅
📖 *Aku merasakan lezatnya ( membaca) Al Qur'an yg luar biasa*
~*sekarang* aku kehilangan kelezatan ketaatan~ ?!?!
_______________________________
📞Seorang wanita bertanya:
wahai Syaikh sebelum aku menikah, aku adalah seorang yg giat puasa dan shalat malam .... aku merasakan lezatnya membaca Al-Qur'an yg luar biasa... dan sekarang aku kehilangan manisnya menjalankan ketaatan...
🎙Syaikh :
" baik,... bagaimana urusanmu dengan suamimu?!
📞 penanya:
Wahai Syaikh!, aku bertanya kepadamu tentang Al Qur'an, puasa, shalat dan manisnya ketaatan... sedangkan kamu bertanya tentang suamiku ... ?!
🎙
Syaikh:
Benar saudariku ... ... *mengapa sebagian wanita tidak merasakan manisnya keimanan, lezatnya ketaatan dan dampak fositif ibadah?!?*
🍃 Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
*(ولا تَجدُ المرأة حلاوة الإيمان حتَّى تؤدِّي حقَّ زوجها)*
"seorang wanita tidak akan merasakan manisnya keimanan hingga ia menunaikan kewajibannya kepada suaminya"
✏ Shahih At Targhib 1939
✍ *Apakah sebagian hak para suami?!*
Berkata istri Said bin Musayyab rahimahullah:
*(ما كنَّا نُكلِّم أزواجَنَا إلَّا كما تُكلِّمون أمراءَكم)*
"Dahulu kami tidak berbicara kepada suami kami kecuali sebagaimana kalian berbicara kepada para penguasa"
✏ Hilyatul Auliya 5/168
*Hak mereka adalah penghormatan dan pemuliaan dihati istri terhadap suaminya*.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkata seorang wanita: apakah kamu bersuami?
ia menjawab: ia
Nabi bertanya :
كيف أنتِ له⁉
"bagaimanakah kamu terhadapnya?"
ia menjawab:
لا آلوه "أي"
*(لا أقصِّر في طاعته)*
aku tidak melakukan kekurangan dalam mentaatinya.
Nabi bersabda:
*(فانظري أين أنت منه إنَّما هو جنَّتُك ونارُك)*
"lihatlah posisimu dari suamimu, sebab ia adalah surgamu atau nerakamu"
✏ Shahi At Targhib 1933
*yaitu ketaatanmu padanya adalah surgamu dan kemaksiatanmu padanya adalah nerakamu*.
👉Berkata penerjemah Al Qur'an Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma pada tafsir firman Allah:
فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْب
_"Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada."_
*Qonitaat* : adalah yg taat kepada suami-suami mereka, dan Allah tidak menyebutkan wanita yang taat, *Al qunut* adalah yg sangat taat dan sempurna ketaatannya.
*Bagaimanakah seorang wanita mengetahui bahwa ia adalah seorang yg sholihah dan taat?!*
~ apabila suaminya melihatnya maka ia membuatnya senang
~ apabila suaminya memerintahnya maka ia taati
~ kalau suaminya bersumpah maka ia jalankan sumpahnya
~apabila suaminya pergi maka ia menjaga kehormatan dirinya dan harta suaminya.
~apabila suaminya tidak ada, ia tahu apa yg ia benci dan tidak melakukannya,
~tidak juga melakukan tindakan yg tidak disenangi suaminya,
*tidak juga melakukan kurang atau lebih dari yg diinginkan suaminya.*
🍃Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
*(ألا أخبركم بنسائكم في الجنة⁉ الودود الولود إذا غَضِبتْ أو أسيء إليها أو غضب زوجها قالت: هذه يدي في يدك لا أكتحلُ بِغمْضٍ حتى ترضى)*
"maukah aku beritahukan tentang istri-istri dalam surga?! wanita yg penyayang lagi subur, apabila ia marah atau diperlakukan buruk, atau suaminya marah ia berkata: "ini tanganku berada ditanganmu aku tidak akan memakai celak hingga kamu ridho"
✏ Shahih At Targhib 1941
*Wanita shalihah hendaknya senantiasa mengingat* sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam :
*(لا يَنظر الله إلى امرأة لا تشكر لزوجها)*
"Allah tidak akan melihat wanita yg tidak bersyukur kpada suaminya"
✏ Shahih 1/581
*wanita shalih tidak akan hilang dibenaknya sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam*:
*"لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا"*
"Jikalau saya boleh memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada orang lain, niscaya aku perintahkan seorang istri bersujud kepada suaminya."
✏ Shahih At Targhib
Maka syarat diterimanya amalan seorang wanita adalah keridhoan suaminya,
Bersada shallallahu alaihi wasallam:
" seorang wanita tidak akan bisa menunaikan hak Allah Azza wa Jall hingga ia menunaikan hak suaminya secara menyeluruh.
✏ Shahih At Targhib 1943
Dan beliau shallallahu alaihi wasallam memberikan peringatan kepada wanita dan berkata:
*(إثنان لا تجاوز صلاتهما رؤسهما، عبد آبق من مواليه حتى يرجع، وامرأة عصتْ زوجها حتى ترجع)*
"dua golongan sholat mereka tidak akan melewati kepalanya, budak yg lari dari tuannya hingga ia kembali, dan wanita yg bermaksiat kepada suaminya hingga ia kembali(menaatinya).
✏ Shahih At Targhib 1948
🔅 *Tahukah kamu wahai saudariku muslimah mengapa kamu tidak merasakan manisnya keimanan?!*
berdasarkan sabda Muhammad shallallahu alaihi wasallam:
*(ولا تَجدُ المرأة حلاوة الإيمان حتَّى تؤدِّي حقَّ زوجها)*
*"seorang wanita tidak akan merasakan manisnya keimanan hingga ia menunaikan kewajibannya kepada suaminya"*
✏ Shahih At Targhib 1939
Oleh ustad abu ubaid fadly hafidzahulloh via wa