Fawaid Hari Jum'at Pagi
*KEBAJIKAN ITU ADALAH AKHLAK YG BAIK*
عَنْ النَّوَّاسِ بنِ سَمْعَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى الله عليه وسلم قَالَ : الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ وَاْلإِثْمُ مَا حَاكَ فِي نَفْسِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ . [رَوَاهُ مُسْلِم] .
وَعَنْ وَابِصَةَ بْنِ مَعْبَد رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : أَتَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : جِئْتَ تَسْألُ عَنِ الْبِرِّ قُلْتُ : نَعَمْ، قَالَ : اِسْتَفْتِ قَلْبَكَ، الْبِرُّ مَا اطْمَأَنَّتْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَاطْمَأَنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ، وَاْلإِثْمُ مَا حَاكَ فِي النَّفْسِ وَتَرَدَّدَ فِي الصَّدْرِ، وَإِنْ أَفْتَاكَ النَّاسُ وَأَفْتَوْكَ “
[حديث حسن رويناه في مسندي الإمامين أحمد بن حنبل والدارمي بإسناد حسن]
Terjemahan Hadits:
Dari An-Nawwas bin Sam’an radhiallahuanhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:
_“Kebaikan adalah akhlak yang baik, dan dosa adalah apa yang terasa mengaggu jiwamu dan engkau tidak suka jika diketahui manusia“._
(Riwayat Muslim)
Dan dari Wabishah bin Ma’bad radhiallahuanhu dia berkata: Saya mendatangi Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, lalu beliau bersabda:
_"Engkau datang untuk menanyakan kebaikan?, saya menjawab: Ya. Beliau bersabda: Mintalah pendapat dari hatimu, kebaikan adalah apa yang jiwa dan hati tenang karenanya, dan dosa adalah apa yang terasa mengganggu jiwa dan menimbulkan keragu-raguan dalam dada, meskipun orang-orang memberi fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya."_
(Hadits hasan kami riwayatkan dari dua musnad Imam Ahmad bin Hanbal dan Ad Darimi dengan sanad yang hasan)
Dari hadits ini dpt kita ambil bbrp faedah sbb :
1). Penjelasan tentang agungnya kedudukan akhlak yg baik dlm agama Islam. Krn dengannya, akan mendorong seseorang utk selalu berbuat baik dan menjauhi/meninggalkan perbuatan2 yg jelek.
2). Tanda perbuatan dosa ada dua hal yaitu :
a. Timbulnya keragu-raguan dalam jiwa (ada yg mengganjal dlm hati dan perasaan yg tidak tenang).
b. Dan tidak suka kalau hal itu diketahui orang lain.
3). Siapa yang ingin melakukan suatu perbuatan, maka hendaklah dia menanyakan lebih dulu hal tersebut pada hatinya.
Sebab hati yg masih bersih sesuai fitrahnya, dia bisa membedakan mana yg baik dan yg buruk, dan senang utk menerima dan berjalan di atas kebaikan dan kebenaran.
4). Hati seorang mu’min akan tenang dengan perbuatan yang halal dan gusar dengan perbuatan haram.
Karena itu, seorang mukmin itu takut kpd Alloh dan tdk melakukan hal2 yg membuat hatinya tdk merasa tenang, meskipun orang2 bnyk melakukannya, sampai jelas hukum perkara tsb secara syar'i.
5). Hendaknya kita melihat terlebih dahulu ketetapan hukum sebelum mengambil tindakan. Agar hati ini merasa tenang dlm mengamalkannya.
6). Ambillah suatu permasalahan yang paling dekat dengan ketakwaan dan kewara’an dalam agama ini.
7). Dlm hadits ini jg menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika menyampaikan sesuatu kepada para shahabatnya, selalu mempertimbangkan kondisi mereka.
8). Jg menunjukkan semangatnya para sahabat Nabi rodhiyalohu anhum ajmain utk mengetahui apa yg halal dan yg haram itu, demikian pula apa itu kebajikan dan keburukan (dosa dan maksiat).
Wallohu a'lam bish shawab.........
Semoga bermanfaat utk semuanya.
Sby, 16 Muharrom 1438 H / 6. Oktober 2017 M
Akhukum fillah, Abu Abdirrohman Yoyok WN Sby....