MARKIZ TORAUT:
ANJURAN BERPUASA ENAM HARI DI BULAN SYAWWAL
عن أبي أيوب الأنصاري رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ﻣﻦ ﺻﺎﻡ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺛﻢ ﺃﺗﺒﻌﻪ ﺳﺘﺎ ﻣﻦ ﺷﻮاﻝ ﻛﺎﻥ ﻛﺼﻴﺎﻡ اﻟﺪﻫﺮ. رواه مسلم
Dari Abi Ayyub Al Anshori rhadiyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam beliau bersabda:
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian menyusulnya dengan enam hari di bulan Syawwal ia bagaikan puasa setahun penuh." HR. Muslim
Subhanallah keutamaan yang besar nan agung sepantasnyanya bagi seorang muslim berlomba-lomba dalam meraih keutaman ini.
Abu Ayyub Al Anshari beliau adalah Khalid bin Zaid bin Kulaib masyhur dengan kunyahnya
beliau wafat pada tahun ke 50 hijriyyah di perang qisthonthiniyyah.
"Barangsiapa berpuasa ramadhan" ini adalah syarat untuk meraih keutamaan yg akan di sebutkan setelahnya.
Maka dari sini barangsiapa yang tidak berpuasa Ramadhan tidak akan mendapatkan keutamaan ini.
Demikian berdasarkan pendapat yang rajih; bagi yang memiliki utang puasa disebabkan udzur baik safar atau sakit sehingga berbuka di hari-hari itu hendaknya membayar utang puasanya dulu sebelum puasa enam syawwal karena syaratnya adalah berpuasa dibulan ramadhan sementara dia belum berpuasa satu bulan ramadhan penuh,
Dan pendapat ini dikuatkan dengan lafadz berikutnya "kemudian menyusulnya dengan enam hari di bulan Syawwal, wabillahit taufiq.
"Enam hari dibulan Syawwal"
Menunjukkan tidak mesti berpuasa berturut-turut tapi boleh secara terpisah-pisah, namum puasa dengan cara berturut-turut ini lbh mudah baginya.
"Bagaikan puasa setahun penuh".
Ulama menjelaskan yang demikian itu sebab kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kebaikan, Allah berfirman:
من جاء بالحسنة فله عشر أمثالها
"Siapa yang mengamalkan kebaikan maka baginya sepuluh kali lipat pahala."
Sebulan penuh bulan Ramadhan setara dengan sepuluh bulan
Tambah enam hari sama dengan dua bulan sehingga genap dua belas bulan.
Wallahu a'lam bishshawab semoga bermanfaat baarokallahu fiikum.
Oleh ustad siddiq hafidzahulloh Via channel Markiz Toraut