Minggu, 05 Februari 2017

MENARIK BARANG DARI PEMBELI SEBAGAI JAMINAN HUTANG

MARKIZ TORAUT:
MENARIK BARANG DARI PEMBELI SEBAGAI JAMINAN HUTANG

PERTANYAAN

باسم الله
السلام عليكم ورحمة الله

Ustadz bagaimana hukumnya penjualan kredit yg disepakati dgn uang muka sebagai bagian dari harga jual kredit yg telah disepakati dgn contoh harga 5juta, dp 2,8 juta, sisanya 2,2 diangsur dlm waktu 3bln, dlm masa penyetoran tersebut si pembeli baru sekali melakukan penyetoran sampai masa kredit kesepakatan berakhir, sementara telah disepakati hitam di atas putih jika terlambat melakukan penyetoran dlm waktu 3bln sehari maka kendaraan tersebut akan di tarik sementara oleh pihak penjual sampai pihak pembeli dapat melunasi sisa pembayarannya, dan akan dikembalikan lagi setelah selesai dibayar, dengan catatan pihak penjual tidak memakai barang tersebut.

JAWABAN

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Asal hutang piutang apabila yang berhutang dalam keadaan sempit maka di anjurkan untuk memberi tangguh sampai dimudahkan, Allah ta'ala berfirman:

(وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَىٰ مَيْسَرَةٍ ۚ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ)

"Apabila orang yang berhutang itu dalam kesukaran maka berilah tangguh hingga kemudahan, dan engkau menyedekahkan itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Dan pahalanya sangat besar, Buraidah radhiyallaahu anhu berkata:
ﺳﻤﻌﺖ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ ﻣﻦ ﺃﻧﻈﺮ ﻣﻌﺴﺮا ﻓﻠﻪ ﺑﻜﻞ ﻳﻮﻡ ﻣﺜﻠﻪ ﺻﺪﻗﺔ ﻗﺎﻝ ﺛﻢ ﺳﻤﻌﺘﻪ ﻳﻘﻮﻝ ﻣﻦ ﺃﻧﻈﺮ ﻣﻌﺴﺮا ﻓﻠﻪ ﺑﻜﻞ ﻳﻮﻡ ﻣﺜﻠﻴﻪ ﺻﺪﻗﺔ ﻗﻠﺖ ﺳﻤﻌﺘﻚ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺗﻘﻮﻝ ﻣﻦ ﺃﻧﻈﺮ ﻣﻌﺴﺮا ﻓﻠﻪ ﺑﻜﻞ ﻳﻮﻡ ﻣﺜﻠﻪ ﺻﺪﻗﺔ ﺛﻢ ﺳﻤﻌﺘﻚ ﺗﻘﻮﻝ ﻣﻦ ﺃﻧﻈﺮ ﻣﻌﺴﺮا ﻓﻠﻪ ﺑﻜﻞ ﻳﻮﻡ ﻣﺜﻠﻴﻪ ﺻﺪﻗﺔ ﻗﺎﻝ ﻟﻪ ﺑكل يوم صدقة ﻗﺒﻞ اﻥ ﻳﺤﻞ اﻟﺪﻳﻦ ﻓﺈﺫا ﺣﻞ اﻟﺪﻳﻦ ﻓﺄﻧﻈﺮﻩ ﻓﻠﻪ ﺑﻜﻞ ﻳﻮﻡ ﻣﺜﻠﻴﻪ ﺻﺪﻗﺔ .

"Saya telah mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: (Barangsiapa yang memberi tangguh si pengutang maka baginya setiap hari semisalnya pahala sedekah)
Buraidah berkata: kemudian saya mendengar beliau bersabda: (Barangsiapa yang memberi tangguh si pengutang maka baginya setiap hari dua kali lipatnya sebagai pahala sedekah)
Maka kukatakan: Saya telah mendengarmu wahai Rasulullah: (Barangsiapa yang memberi tangguh si pengutang maka baginya setiap hari semisalnya pahala sedekah) kemudian aku mendengarmu bersabda: (Barangsiapa yang memberi tangguh si pengutang maka baginya setiap hari dua kali lipatnya sebagai pahala sedekah)
Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab: (Baginya setiap hari semisalnya sebagai pahala sedekah sebelum tiba waktu membayar utang, apabila telah tiba waktunya untuk membayar kemudian diapun memberi tangguh maka baginya setiap hari dua kali lipatnya sebagai pahala sedekah.) Hr. Ahmad dan dia di muat di shahihul musnad karya Imam Muqbil Al Wadi'i rahimahullah

Adapun yang di sebutkan ini apabila penjual tersebut menyimpan barang itu hanya sebagai jaminan sampai dia melunasi utangnya maka tidak mengapa

Dan apabila memang dia tidak sanggup lagi membayarnya maka barang tersebut dijual kemudian si penjual mengambil haknya yg belum terbayar dan apabila masih ada sisa dari hasil penjualan barangnya dikembalikan kepada si pembeli. Wallahu a'lam.

Oleh ustad Siddiq HafidzAhulloh
Via channel Markiz Toraut