*ALAMAT DAN SEBAB KECINTAAN ALLOH KEPADA HAMBA*
📜 Asy-Syaikh Shôlih Al-Fauzân hafidzohullôh mengatakan:
وَمَحَبَّةُ اللهِ جَلَّ وَعَلَا صِفَةٌ مِنْ صِفَاتِهِ ،مَحَبَّتُهُ لِعِبَادِهِ صِفَةٌ مِنْ صِفَاتِهِ ، لَيسَتْ كَمَحَبَّةِ المَخْلُوقِ.
“Kecintaan Alloh jalla wa ‘ala adalah salah satu sifat dari sifat-sifatNya, dan kecintaanNya kepada hambanya adalah salah satu sifat dari sifat-sifatNya, yang tidaklah sama seperti kecintaannya makhluk.” [Kaset “Asbâb mahabbatillâh lil ‘abdi”].
➡ [ 1 ] *Taqwa kepada Alloh.* Alloh azza wa jalla berfirman:
إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُتَّقِينَ ٤
_“Sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang bertaqwa.”_ [QS. At-Taubah:4]
Rosulullôh shollallôhu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِيَّ الْغَنِيَّ الْخَفِيَّ»
_“Sesungguhnya Alloh azza wa jalla menyukai hamba yang bertaqwa, merasa cukup lagi menyembunyikan (ibadahnya).”_ [HR. Muslim (no.2965) dari Sa’ad bin Abi Waqqôsh]
➡ [ 2 ] *Mengikuti Sunnah Nabi shollallôhu ‘alaihi wa sallam.* Alloh azza wa jalla berfirman:
قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِي يُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ ٣١
Katakanlah:
_“Jika kamu (benar-benar) mencintai Alloh, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Alloh Ghofûr (Maha Pengampun) lagi Rohîm (Maha Penyayang).”_ [QS. Ali Imrôn:31]
➡ [ 3 ] *Sabar.* Alloh azza wa jalla berfirman:
وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلصَّٰبِرِينَ ١٤٦
_“Alloh menyukai orang-orang yang sabar.”_ [QS. Ali Imron:146]
➡ [ 4 ] *Berbuat baik.* Alloh azza wa jalla berfirman:
وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ١٤٨
_“Dan Alloh menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.”_ [QS. Ali Imron:148]
➡ [ 5 ] *Bertaubat.* Alloh azza wa jalla berfirman:
إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلۡمُتَطَهِّرِينَ ٢٢٢
_“Sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”_ [QS. Al-Baqoroh:222]
Masjid Imam Al-Wadi'i:
➡ [ 6 ] *Bersuci.* Alloh azza wa jalla berfirman:
فِيهِ رِجَالٞ يُحِبُّونَ أَن يَتَطَهَّرُواْۚ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلۡمُطَّهِّرِينَ ١٠٨
_“Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang bersih.”_ [QS. At-Taubah:108]
➡ [ 7 ] *Tawakkal.* Alloh azza wa jalla berfirman:
فَإِذَا عَزَمۡتَ فَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُتَوَكِّلِينَ ١٥٩
_“Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”_ [QS. Ali Imron:159]
➡ [ 8 ] *Adil.* Alloh azza wa jalla berfirman:
وَإِنۡ حَكَمۡتَ فَٱحۡكُم بَيۡنَهُم بِٱلۡقِسۡطِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُقۡسِطِينَ ٤٢
_“Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka dengan adil, sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang adil.”_ [QS. Al-Maidah:42]
➡ [ 9 ] *Lemah lembut terhadap kaum muslimin, tegas terhadap orang-orang kafir. Dan berjihad di jalan Alloh.* Alloh azza wa jalla berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَن يَرۡتَدَّ مِنكُمۡ عَن دِينِهِۦ فَسَوۡفَ يَأۡتِي ٱللَّهُ بِقَوۡمٖ يُحِبُّهُمۡ وَيُحِبُّونَهُۥٓ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ يُجَٰهِدُونَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوۡمَةَ لَآئِمٖۚ ذَٰلِكَ فَضۡلُ ٱللَّهِ يُؤۡتِيهِ مَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ ٥٤
_“Wahai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Alloh akan mendatangkan suatu kaum yang Alloh mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Alloh, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Alloh, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Alloh Wâsi’ (Maha Luas) pemberian-Nya, lagi ‘Alîm (Maha Mengetahui).”_ [QS. Al-Maidah:54]
➡ [ 10 ] *Mencintai saudaranya karena Alloh.*
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، *" أَنَّ رَجُلًا زَارَ أَخًا لَهُ فِي قَرْيَةٍ أُخْرَى، فَأَرْصَدَ اللهُ لَهُ، عَلَى مَدْرَجَتِهِ، مَلَكًا فَلَمَّا أَتَى عَلَيْهِ، قَالَ: أَيْنَ تُرِيدُ؟ قَالَ: أُرِيدُ أَخًا لِي فِي هَذِهِ الْقَرْيَةِ، قَالَ: هَلْ لَكَ عَلَيْهِ مِنْ نِعْمَةٍ تَرُبُّهَا؟ قَالَ: لَا، غَيْرَ أَنِّي أَحْبَبْتُهُ فِي اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، قَالَ: فَإِنِّي رَسُولُ اللهِ إِلَيْكَ، بِأَنَّ اللهَ قَدْ أَحَبَّكَ كَمَا أَحْبَبْتَهُ فِيهِ
"*
Dari Abu Huroiroh dari Nabi shollallôhu ‘alaihi wa sallam bersabda: *“Pernah ada seseorang pergi mengunjungi saudaranya di daerah yang lain. Lalu Alloh pun mengutus Malaikat kepadanya di tengah perjalanannya. Ketika mendatanginya, Malaikat tersebut bertanya: *“engkau mau kemana?”.* Ia menjawab: *“aku ingin mengunjungi saudaraku di daerah ini”.* Malaikat bertanya: *“apakah ada suatu keuntungan yang ingin engkau dapatkan darinya?”.* Orang tadi mengatakan: *“tidak ada, kecuali karena aku mencintainya karena Alloh ‘Azza wa Jalla”.* Maka malaikat mengatakan: *“sesungguhnya aku diutus oleh Alloh kepadamu untuk mengabarkan bahwa Alloh mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu karena-Nya.”* (HR Muslim no.2567).
📜 ‘Abdullôh bin Mas’ûd rodhiyaAllôhu ‘anhu mengatakan:
" إِنَّ مِنَ الْإِيمَانِ أَنْ يُحِبَّ الرَّجُلُ الرَّجُلَ لَيْسَ بَيْنَهُمَا نَسَبٌ قَرِيبٌ وَلَا مَالٌ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَلَا مَحَبَّةٌ إِلَّا لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
“Sesungguhnya termasuk daripada keimanan adalah seseorang mencintai seseorang yang tidaklah ada hubungan nasab kerabat dan tidak pula harta yang diberikan padanya; dan tidaklah ada rasa cinta kecuali hanya karena Alloh azza wa jalla.” [AR. Ibnu Abid Dunya dalam “Al-Ikhwân” (no.15)]
➡ [ 11 ] *Saling berziarah karena Alloh.*
Nabi shollallôhu ‘alaihi wa sallam bersabda:
*وَحَقَتْ مَحَبَّتِي للمتزاورينَ في*
_*“Berhak mendapatkan kecintaanKu, orang yang saling mengunjungi karena Aku.”*_ [HR. Ahmad (no.22002) dari ‘Ubadah bin Shômit rodhiyaAllôhu ‘anhu, dan hadits dihasankan oleh Imam Al-Wâdi’i dalam “Al-Jâmi’us Shohih” (3575)].
➡ [ 12 ] *Saling memberi pertolongan kepada saudaranya karena Alloh.”*
Nabi shollallôhu ‘alaihi wa sallam bersabda:
*وَحَقَّتْ مَحَبَّتي لِلْمُتَبَاذِلِينَ فِيَّ*
_*“Berhak mendapatkan kecintaanKu, orang yang saling memberi karena Aku.”*_ [HR. Ahmad (no.22002) dari ‘Ubadah bin Shômit rodhiyaAllôhu ‘anhu, dan hadits dihasankan oleh Imam Al-Wâdi’i dalam “Al-Jâmi’us Shohih” (3575)].
📜 Al-‘Alâ’i rohimahullôh mengatakan:
مَعْنَى التَّبَاذُلُ أَنْ يَبْذُلَ كُلُّ مِنْهُمَا مَالَهُ لِأَخِيْهِ مَتَى احْتَاجَهُ لَا لِغَرضٍ دُنْيَوِي.
“Makna _(tabâdzul)_ adalah seseorang memberikan harta setiap dari dua orang untuk saudaranya yang membutuhkan uluran tangan kapan dibutuhkan hal tersebut; tanpa ada kepentingan dunyawi.” [Lihat “Faidhul Qodîr” (4/488)].
➡ [ 13 ] *Terus menerus dalam melakukan amal sholih.*
وَقَالَتْ عَائِشَةُ: *" كَانَ أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَدْوَمَهَا، وَإِنْ قَلَّ "*
‘Aisyah mengatakan: *Amalan yang paling dicintai oleh Rosulullôh adalah apa yang terus menerus dikerjakan walaupun sedikit."* [HR. Al-Bukhori (no.5861) dan Muslim (no.783)]
➡ [ 14 ] *Menampakkan nikmat Alloh yang telah Alloh berikan.*
Nabi shollallôhu ‘alaihi wa sallam bersabda:
*إِنَّ اللهَ يُحِبُّ أَنْ تُرَى نِعْمَتُهُ عَلَى عَبْدِهِ*.
*“Sesungguhnya Alloh menyukai untuk ditampakkan nikmatnya yang telah Alloh berikan pada hambanya.”* [HR. Ahmad (no.6708) dari ‘Abdillah bin ‘Amr bin ‘Ash rodhiyaAllohu ‘anhuma, dihasankan oleh Al-Albani rohimahullôh]
➡ [ 15 ] *Lemah lembut.*
عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: *«إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الْأَمْرِ كُلِّهِ»*
Dari ‘Aisyah rodhiyaAllôhu anha berkata: bersabda Rosulullôh shollallôhu ‘alaihi wa sallam: *“Sesungguhnya Alloh mencintai kelemah lembutan pada setiap perkara.”* [HR. Muslim (no.2165) Ad-Dârimi (no.2836)]
➡ [ 16 ] *Luwes dalam membeli maupun menjual.*
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: *«إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ سَمْحَ البَيْعِ، سَمْحَ الشِّرَاءِ، سَمْحَ القَضَاءِ»*
Dari Abu Huroiroh rodhiyaAllôhu ‘anhu’ bahwasanya Rosulullôh shollallôhu ‘alaihi wa sallam bersabda: *“Sesungguhnya Allôh menyukai keluwesan dalam menjual, luwes dalam membeli dan luwes dalam melunasi.”* [HR. At-Tirmidzi (no.1319), dan dishohihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albâni rohimahullôh]
➡ [ 17 ] *Menutup aurat dan memiliki sifat malu.*
Nabi shollallôhu ‘alaihi wa sallam bersabda:
*«إِِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ حَيِّيٌّ سِتِّيرٌ يُحِبُّ الْحيَاءَ وَالسِّتْرَ فَإِذَا اغْتَسَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَتِرْ»*
*“Sesungguhnya Alloh azza wa jalla Hayyi Sittîr, menyukai sifat malu dan menutup diri, maka apabila salah seorang dari kalian mandi, maka hendaknya ia menutup diri.”* [HR. Abu Dawud dan An-Nasa’’i dari Ya’la dan dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rohimahullôh dalam “Misykah Al-Mashôbîh” (no.447)].
➡ [ 18 ] *Menjaga kebersihan.*
وَعَنْ عبدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: *«إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ. الْكِبَرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاس».*
Dari ‘Abdulloh bin Mas’ûd rodhiyaAllôhu ‘anhu berkata: bersabda Rosulullôh shollallôhu ‘alaihi wa sallam: *“Sesungguhnya Allôh indah dan menyukai keindahan, Kesombongan adalah menolak kebenaran dan melecehkan manusia.”* [HR. Muslim]
➡ [ 19 ] *Memaafkan*
عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ القَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟ قَالَ: *" قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي ".7*
Dari ‘Aisyah berkata: aku berkata; wahai Rosululloh, apa pandanganmu apabila aku mengetahui pada malam apa saja yang disitu terdapat Lailatul qodr, apa yang hendaknya aku ucapkan padanya? *“Katakanlah: Ya Alloh, sesungguhnya Engkau adalah ‘Afuwwun (Maha Mengampuni) mencintai mengampunan, maka ampunilah kami.”* [HR.At-Tirmidzi (no.3513)]
➡ [ 20 ] *Memperbanyak nawafil ibadah.*
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: *«إِنَّ اللَّهَ قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ»*
Dari Abu Huroiroh radhiyaAllohu anhu berkata: Rosulullôh shollallôhu 'alaihi wa sallam bersabda: *“Sesungguhya Alloh ta’ala berfirman: Siapa yang memusuhi wali-Ku maka telah Aku umumkan perang terhadapnya. Tidak ada taqarrubnya seorang hamba kepada-Ku yang lebih Aku cintai kecuali beribadah dengan apa yang telah Aku wajibkan atasnya. Dan hamba-Ku yang selalu mendekatkan diri kepada-Ku dengan nawafil (perkara-perkara sunnah diluar yang fardhu) maka Aku akan mencintainya.”* [HR. Al-Bukhôri (no.6502)]
📝 Dikumpulkan: Abu Muhammad Fuad Hasan bin Mukiyi.
🗓 7 Jumadal Ula 1438 Hijriyyah.