Masjid Imam Al-Wadi'i:
*SOAL*
bismillah,,,,
afwan ustad ini ada titipan pertanyaan dari temen,mengenai siapa saja yg dikatagorikan sebagai mati syahid...??
*JAWAB*
*SIAPAKAH PARA SYUHADA?*
[ 1 ] *Meninggal karena sebab penyakit Thô’ûn.*
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: *«الطَّاعُونُ شَهَادَةٌ لِكُلِّ مُسْلِمٍ*
Dari Anas bin Mâlik rodhiyaAllôhu ‘anhu dari Nabi shollallôhu ‘alaihi wa sallam bersabda: *“Thô’ûn adalah syahidnya setiap muslim.”* [HR. Al-Bukhôri (no.2830) Muslim (no.1916)]
[ 2 ] *Meninggal karena sakit di perut.*
Nabi Shollallôhu ‘alaihi wa sallam bersabda:
*وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ*
*“Dan orang meninggal disebabkan sakit di perut adalah syahid.”* [HR. Ahmad (no.10762) dengan sanad shohih dari Abu Huroiroh rodhiyaAllôhu]
[ 3 ] *Meninggal karena tenggelam.*
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: *«الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ: .. وَالغَرِقُ،..»*
Dari Abu Huroiroh rodhiyaAllôh ‘anhu bahwasanya Rosulullôh shollallôhu ‘alaihi wa sallam bersabda: *“Para syuhada ada lima: -diantaranya- Tenggelam..”* [HR. Al-Bukhôri (no.2829)]
[ 4 ] *Meninggal karena tertimpa keruntuhan.*
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: *«الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ: ...وَصَاحِبُ الهَدْمِ، ....»*
Dari Abu Huroiroh rodhiyaAllôh ‘anhu bahwasanya Rosulullôh shollallôhu ‘alaihi wa sallam bersabda: *“Para syuhada ada lima: -diantaranya- tertimpa reruntuhan dan syahid di jalan Alloh.”* [HR. Al-Bukhôri (no.2829)]
[ 5 ] *Meninggal karena di jalan Alloh.*
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: *«الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ:... وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ»*
Dari Abu Huroiroh rodhiyaAllôh ‘anhu bahwasanya Rosulullôh shollallôhu ‘alaihi wa sallam bersabda: *“Para syuhada ada lima: ... syahid di jalan Alloh.”* [HR. Al-Bukhôri (no.2829)]
[ 6 ] *Meninggal dalam keadaan terbakar dengan api.*
Nabi Shollallôhu ‘alaihi wa sallam bersabda:
*وَالْحَرِقُ شَهِيدٌ*
*“Orang meninggal dengan terbakar adalah syahid.”* [HR. Malik dalam “Muwathho’” (36) dari Jâbir bin ‘Atîk rodhiyaAllôhu ‘anhu]
[ 7 ] *Meninggal karena melahirkan atau nifas.*
Nabi Shollallôhu ‘alaihi wa sallam bersabda:
*وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهِيدٌ*
*“Wanita yang meninggal dunia karena nifas adalah syahid.”* [HR. Ahmad (no.22685) dengan sanad shohih dari ‘Ubâdah bin Shômit].
Al-Kisâ’i menkasrohkan huruf jimnya, jadi بِجِمْعٍ _bijim’in_. [Lihat “Mir’âtul Mafâtih” (no.1575).
Ibnu Bathol rohimahullôh mengatakan:
«وَأَمَّا المَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ، فَفِيْهِ قَولاَنِ: أَحَدُهُمَا: المَرْأَةُ تَمُوتُ مِنَ الوِلاَدَةِ وَوَلَدُهَا فِى بَطْنِهَا قَدْ تَمَّ خَلقَهُ، وَقِيْلَ: إِذَا مَاتَتْ مِنَ النِّفَاسِ فَهُوَ شَهيدٌ سَوَاء أَلْقَتْ وَلَدَهَا وَمَاتَتْ، أَوَ مَاتَتْ وَهُوَ فِي بَطْنِهَا»
Adapun wanita yang meninggal dengan _jum’in_, maka disini ada dua pendapat:
*Pertama:* Seorang wanita yang meninggal disebabkan melahirkan dalam keadaan anaknya masih di dalam kandungan yang telah sempurna bentuk tubuhnya.
*Ada yang mengatakan:* apabila wanita tersebut meninggal dalam keadaan nifas, maka ia syahid. Sama saja apakah anaknya dikeluarkan kemudian ia meninggal atau ia meninggal dalam keadaan anaknya di dalam perutnya.” [Lihat “Syarh Shohih Al-Bukhôri” (hadits.690)]
[ 8 ] *Meninggal karena jatuh dari gunung.*
‘Abdullôh bin Mas’ûd rodhiyaAllôhu ‘anhu mengatakan:
*إِنَّ مَنْ يَتَرَدَّى مِنْ رُءُوسِ الْجِبَالِ، وَيَأْكُلُهُ السِّبَاعُ: وَيَغْرَقُ فِي الْبِحَارِ لَشُهَدَاءُ عِنْدَ اللهِ*
*“Sesungguhnya orang yang terlempar jatuh dari pucuk gunung , dimakan binatang buas dan tenggelam dilaut, sungguh mereka adalah para syuhada di sisi Allôh.”* [AR. Ath-Thobrôni dalam “Mu’jam Al-Kabîr” dan sanadnya dishohihkan oleh Al-Hâfizh dalam “Fathul Bâri” (6/44)]
[ 9 ] *Meninggal karena mempertahankan hartanya.*
عن سعيد زيد بن عمرو بن نفيل: ان رسول اللة صلي اللةعليةوسلم قل: من فتل دون ماله فهو شهيد
Dari Sa’îd bin Zaid bin ‘Amr bin Nufail bahwasanya Rosulullôh shollallôhu ‘alaihi wa sallam bersabda: *“Barang siapa dibunuh disebabkan mempertahankan hartanya maka ia syahid.”* [HR. Abû Dâwud (no.4772) Ahmad (no.1628) dishohihkan Al-Albâni rohimahullôh]
[ 10 ] *Meninggal karena membela agamanya.*
عَنْ سَعِيدِ بْنِ زَيْدٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: *«وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دِينِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ»*
Dari Sa’îd bin Zaid bin ‘Amr bin Nufail bahwasanya Rosulullôh shollallôhu ‘alaihi wa sallam bersabda: *“Barang siapa dibunuh disebabkan membela agamanya maka ia syahid.”* [HR. Abû Dâwud (no.4772) Ahmad (no.1628) dishohihkan Al-Albâni rohimahullôh]
[ 11 ] *Meninggal karena kehormatan darahnya*
عَنْ سَعِيدِ بْنِ زَيْدٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: *«وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دَمِه فَهُوَ شَهِيدٌ»*
Dari Sa’îd bin Zaid bin ‘Amr bin Nufail bahwasanya Rosulullôh shollallôhu ‘alaihi wa sallam bersabda: *“Barang siapa dibunuh disebabkan mempertahankan darahnya maka ia syahid.”* [HR. Abû Dâwud (no.4772) Ahmad (no.1628) dishohihkan Al-Albâni rohimahullôh]
Abû Muhammad Fuad Hasan, 12 Robi’ul Akhir 1438 Hijriyyah.