Rabu, 25 Januari 2017
Hukum Memakan Kodok Dan Buaya
بسم اللــــه الرحمـــــــــن الرحيم
🍽 Hukum Memakan Kodok & Buaya 🍽
📩 الـســـــــؤال :-
☄ Pertanyaan :
يقول السائل: ماحكم أكل الضفادع والتماسيح ؟
Penanya berkata : Apa hukum memakan katak dan buaya ?
📝 الإجـــــــــابة :-
☄Jawaban :
أما الضفادع فقد ثبت في الحديث أن النبي صلى الله عليه وسلم نهى عن قتلها كما في سنن أبي داود وغيره من حديث عبد الرحمن بن عثمان التيمي أن النبي صلى الله عليه وسلم نهى عن قتلها _ ومانهي عن قتله فلا يجوز أكله : هذه قاعدة صحيحة لأنه ماسيؤكل إلا بعد قتله _ إذاً ما نهينا عن قتله بذاته فلا يجوز أكله، ونهى النبي صلى الله عليه وسلم عن قتل أربع من الدواب النملة والنحلة والهدهد والصرد " أخرجه أحمد عن ابن عباس، وهذه الأمور الأربعة أيضاً لا يجوز أكلها لأنه منهي عن قتلها،
Adapun katak, maka sungguh telah tsabit didalam hadits, bahwasanya nabi صلى الله عليه وسلم melarang dari membunuhnya, sebagaimana di sunan Abi Daud dan selainnya, dari haditsnya Abdurrohman bin Utsman At Taimy, bahwasanya nabi صلى الله عليه وسلم melarang dari membunuhnya, dan apa yang dilarang dari membunuhnya, maka tidak boleh memakannya, ini adalah kaedah yang benar, dikarenakan (hewan) itu tidaklah dimakan kecuali setelah dibunuh, jadi apa saja yang kita dilarang dari membunuhnha secara dzatnya, maka tidak boleh memakannya, dan Nabi صلى الله عليه وسلم juga melarang untuk membunuh empat binatang; *semut, lebah, burung Hudhud dan burung Shurad.* Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Ahmad dari Ibnu Abbas, dan keempat perkara ini juga tidak boleh dimakan, karena dilarang untuk membunuhnya.
والتماسيح اختلف فيها أهل العلم والأقرب فيها أنها من السباع _ إلحاقها بالسباع أقرب " نهى النبي صلى الله عليه وسلم عن كل ذي ناب من السباع وعن كل ذي مخلب من الطير" أخرجه مسلم عن ابن عباس رضي الله عنه، وكذلك أخرجه مسلم عن أبي هريرة رضي الله عنه، فالتماسيح الأقرب فيها أنها من ذوات الأنياب والأقرب أنها لا تحل، فهي تفترس بأنيابها وهذا معلوم،
Dan *buaya*, ahlul ilmi telah berselisih tentang hukumnya, dan yang lebih dekat dia termasuk hewan buas, penggabungannya kepada hewan buas lebih dekat "Nabi صلى الله عليه وسلم melarang memakan hewan yang memiliki taring dari hewan buas dan burung yang memiliki cakar" dikeluarkan oleh Imam Muslim dari Ibnu Abbas رضي الله عنه dan Imam Muslim juga dari abu huroiroh رضي الله عنه , dan juga yang lebih dekat bahwasanya buaya itu memiliki taring, jadi yang lebih dekat (kepada kebenaran) adalah tidak halal, dan dia menyerang dengan taring2nya, ini telah diketahui
وإن كان السائل قصد الحيوانات التي تعيش في البر والبحر فما كان يعيش في البر والبحر من غير ما أمرنا بقتله أو نهينا عن قتله وكذلك ليس من ذوات الأنياب فالأصل فيه الحل إذا ذبح ذبحاً أو اصطيد أما إذا مات فاختلف فيه أهل العلم هل يلحق بميتة البحر ويصير حلالاً كميتة السمك أو يلحق بميتة البر ويصير حراماً كميتة البهائم، والأقرب في هذه المسألة أن الأصل في الميتة هو التحريم وما نستطيع أن نلحق شيئاً مشكوكاً فيه بميتة البحر، فميتة البحر هي الحيوانات التي لاتعيش إلا في البحر من الأسماك وغيرها ومع الشك يبقى على الأصل وهو تحريم الميتة " حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنزِيرِ "" سورة المائدة _ الآية (٣),
فالذي يعيش في البر والبحر ميتته محرمة .
Adapun jika yang dimaksud penanya adalah hewan yang hidup di darat dan dilaut, maka hewan yang hidup didarat dan dilaut yang kita tidak diperintahkan untuk membunuhnya atau dilarang dari membunuhnya, dan juga bukan hewan yang bertaring, maka asalnya adalah halal jika disembelih, atau diburu, adapun bangkainya, maka ahlul ilmi telah berselisih, apakah dia diikutkan hukumnya kepada bangkai hewan laut, dan jadilah hukumnya itu halal, seperti bangkai ikan, atau diikutkan kepada bangkai hewan darat dan jadilah hukumnya haram, seperti bangkai hewan ternak, maka yang lebih dekat didalam permasalahan ini adalah, secara asal bangkai itu haram, dan kita tidak mampu mengikutkan sesuatu yang diragukan kepada bangkai hewan laut, maka bangkai hewan laut adalah bangkai hewan2 yang tidak hidup kecuali dilaut, seperti ikan dan selainnya, dan yang diragukan kembali kepada asal, yaitu haramnya bangkai
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنزِيرِ "" سورة المائدة _ الآية (٣),
Artinya : " Diharamkan bagi kalian bangkai, darah, dan daging babi " - Surat Al Maidah - ayat (3).
Maka yang hidup didarat dan laut, bangkainya haram
_________________________
Selesai.
Diterjemah oleh :
☄ Admin☄
Sumber Fatwa: Chanel Telegram @ibnhezam
=======
📃 Baca fatwa lainnya di
⤵️⤵️⤵️
https://telegram.me/bin_hizam_indonesia