Kamis, 22 Desember 2016

Membangun Mesjid Meskipun Hanya Sebesar Kadar Sarang Burung

MARKIZ TORAUT:
KEUTAMAAN MEMBANGUN MESJID MESKIPUN HANYA SEBESAR KADAR SARANG BURUNG

PERTANYAAN:

afwan hendak bertanya,

Apakah menyumbang dengan uang (misalnya Rp. 10 ribu, 20 ribu,50 ribu, dst ) untuk pembangunan masjid yang dibangun oleh ahlussunnah /salafy, dapat diharapkan bagi penyumbangnya mendapatkan pahala dibangunkan rumah di Jannah kelak, karena sumbangannya relatif kecil nilainya ?

JAWABAN

Na'am diharapkan dia mendapat pahala tersebut, telah datang dari hadits Jabir bin 'Abdillah beliau berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

Bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: barangsiapa yang membangun masjid untuk Allah seperti sarang burung atau lebih kecil Allah bangunkan
untuknya rumah di jannah. Hr. Ibnu Majah

Imam Al Mubarokfuri berkata:

ﻗﻠﺖ ﻟﻠﻌﻠﻤﺎء ﻓﻲ ﺗﻮﺟﻴﻪ ﻗﻮﻟﻪ ﻭﻟﻮ ﻛﻤﻔﺤﺺ ﻗﻄﺎﺓ ﻗﻮﻻﻥ اﻷﻭﻝ ﺃﻧﻪ ﻣﺤﻤﻮﻝ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﺒﺎﻟﻐﺔ ﻭﻫﻮ ﻗﻮﻝ اﻷﻛﺜﺮ ﻭﻗﺎﻝ ﺁﺧﺮﻭﻥ ﻫﻮ ﻋﻠﻰ ﻇﺎﻫﺮﻩ ﻓﺎﻟﻤﻌﻨﻰ ﻋﻠﻰ ﻫﺬا ﺃﻥ ﻳﺰﻳﺪ ﻓﻲ ﻣﺴﺠﺪ ﻗﺪﺭا ﻳﺤﺘﺎﺝ ﺇﻟﻴﻪ ﻭﺗﻜﻮﻥ ﻫﺬﻩ اﻟﺰﻳﺎﺩﺓ ﻋﻠﻰ ﻫﺬا اﻟﻘﺪﺭ ﺃﻭ ﻳﺸﺘﺮﻙ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﻓﻲ ﺑﻨﺎء اﻟﻤﺴﺠﺪ ﻓﺘﻘﻊ ﺣﺼﺔ ﻛﻞ ﻭاﺣﺪ ﻣﻨﻬﻢ ﺫﻟﻚ اﻟﻘﺪﺭ

Kukatakan Ulama pada pengarahan sabda beliau: "meskipun sebesar sarang burung" punya dua pendapat,

Pertama: dibawa kepada makna mubalaghoh (hiperbola)
Dan ini pendapat mayoritas mereka.

Dan sebagian berpendapat: sabda beliau sesuai lahiriyahnya, maka berdasarkan hal ini maknanya ia menambahkan pada mesjid kadar yang dibutuhkan padanya dan tambahan ini hanya sebesar itu (sarang burung),

Atau sekelompok orang bersekutu dalam pembangun mesjid sehingga setiap individu di antara mereka mendapatkan bagian sesuai kadar itu. Lihat tuhfatul ahwadzi 2/224

Bahkan walaupun bukan berupa uang tapi turut berpartisipasi dalam bentuk tenaga atau semisal itu maka apabila dan ikhlas dan ihtisab mengharapkan pahala di sisi Allah maka diharapkan dia mendapat pahala dan keutamaan ini, dan rahmat Allah luas mencakup segala sesutunya serta keutamaannya amat besar Dia berikan kepada siapa yang Ia hendaki;

Telah datang di musnad Ahmad Abu Said Al Khudry rhadiyallahu anhu berkata:

كُنَّا نَحْمِلُ لَبِنَةً لَبِنَةً وَعَمَّارُ بْنُ يَاسرٍ يَحْمِلُ لَبِنَتَيْنِ لَبِنَتَيْنِ قَالَ فَرَآهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَعَلَ يَنْفُضُ التُّرَابَ عَنْهُ وَيَقُولُ يَا عَمَّارُ أَلَا تَحْمِلُ لَبِنَةً كَمَا يَحْمِلُ أَصْحَابُكَ قَالَ إِنِّي أُرِيدُ الْأَجْرَ مِنْ اللَّه

Dulu kami mengangkat bata (untuk pembangunan mesjid) satu persatu sementara 'Ammar bin Yasir mengangkat dua bata dua bata, beliau berkata: kemudian Nabi shallallahu alaihi wa sallam melihatnya kemudian beliau membersihkan debu dari pakaiannya seraya bersabda: "Hai 'Ammar tidakkah engkau mengangkat satu-satu bata sebagaimana teman-temanmu mengangkat.

Maka Ammar menjawab: Sungguh aku ingin pahala dari Allah.

Wallahu a'lam

Oleh Ustad Siddiq Hafidzahulloh

channel Markiz Toraut