Fatwa Asy Syaikh Al Faqih Muhammad bin Hizam:
بسم اللــــه الرحمـــــــــن الرحيم
🚲 Batasan Bergaul Dengan Orang Awwam 🚲
📩 الســـــؤال :-
يقول السائل: هل مخالطة العوام والصبر على أذاهم أفضل أم تجنبهم ؟
Pertanyaan
Berkata sang penanya:
Apakah bercampur/bergaul dgn orang awwam dan bersabar terhadap gangguan mereka lebih utama ataukah menjauhi mereka( lebih utama) ?
📝 الإجـــــــــابة :-
مخالطة لبعض الأمور المهمة مع النصح فيه خير - أما أن يبقى يخالطهم وهم على معاصيهم يضيع الأوقات ويحتج بها على هذا الأمر وبحديث المؤمن الذي يخالط الناس ويصبر على أذاهم خير من المؤمن الذي لايخالط الناس ولايصبر على أذاهم _ هذا الحديث مايمكن أن يستدل به على أنه يخالطهم وهم على معاصيهم فقد أمر الشرع بالكف عن المواضع التي فيها المعصية ولكن يخالطهم في الأمور التي يحتاج إليها مع عدم وجود المعاصي مع النصح فإن أبوا نصح وترك مجالسهم إذا كانت على المعصية" وإذا رأيت الذين يخوضون في آياتنا فأعرض عنهم حتى يخوضوا في حديث غيره " وفي الآية الأخرى " إنكم إذاً مثلهم " " مثل الجليس الصالح وجليس السوء كحامل المسك ونافخ الكير " " المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل " إذاً مخالطة بقدر الحاجة مع النصح والأمر بالمعروف والنهي عن المنكر هذا لاشك أنه مطلوب إذا لم يخالطهم أهل السنة ويأمرونهم بالمعروف وينهونهم عن المنكر ويدلونهم على الخير فكيف سيصل الخير إلى الناس - يحتاج إلى ذلك .
Jawaban
Bergaul dg mereka pada beberapa perkara yg penting disertai dg menasehati mereka padanya ada kebaikan,adapun tetap bergaul dg mereka dlm keadaan mereka di atas kemaksiatan maka hal tersebut menyia nyiakan waktu, dan dia berhujjah pada perkara ini dengan sebuah hadits,
_"Seorang mukmin yg bergaul/bercampur dg manusia dlm keadaan dia bersabar atas gangguan mereka itu lebih baik dari pada seorang mukmin yg tidak bergaul dg manusia dlm keadaan dia tidak bersabar atas gangguan mereka"_.
*Hadits ini tidak layak dijadikan dalil pada perkara ini yaitu bergaul dgn mereka dlm keadaan mereka di atas kemaksiatan*
Krn syariat memerintahkan untuk menahan diri dari tempat tempat yg padanya ada kemaksiatan,akan tetapi hendaknya dia bergaul dg mereka pada suatu perkara yg dibutuhkan bersamaan dengan tidak adanya kemaksiatan dan di sertai dengan menasehati mereka,dan jika mereka enggan(tidak menerima nasehat) setelah dia menasihatinya maka tinggalkan lah majelis mereka jika mereka berada di atas kemaksiatan,
_Dan apabila engkau melihat orang orang yg memperolok olokkan ayat ayat kami maka berpalinglah dari mereka sampai mereka memasuki pembicaraan yg lain_"
Pada ayat yang lain
_"krn sungguh(klo berbuat demikian) tentulah kamu seperti mereka"_.
_"Perumpamaan teman duduk yg sholih dan teman duduk yg jelek seperti pembawa minyak wangi dan pandai besi"_.
_"Seseorang itu berada di atas agama temannya,maka perhatikanlah diantara kalian dgn siapa dia berteman"_
Sehinnga bergaul dgn mereka sesuai kadar kebutuhan dan disertai dg nasehat mengajak kpd kebaikan dan melarang dari kemungkaran maka tidak diragukan lagi bhwa perbuatan inilah yg diinginkan,krn apabila ahlussunnah tidak bergaul dg mereka, tidak memerintahkan kpd kebaikan,tidak mencegah dari kemungkaran dan tidak menunjukkan mereka kpd kebaikan maka bagaimana kebaikan(agama) akan sampai kpd manusia,maka butuh yg demikian itu....
_________________________
Selesai.
_________________________
Diterjemah oleh :
☄ Al Akh Abu Abdirrohman Hasan At Takalary حفظه الله تعالى ☄
_Telah dikoreksi oleh ustadzuna abu zakariyya harits حفظه الله تعالى وجزاه الله خيرا_
Sumber Fatwa: Chanel Telegram @ibnhezam
=======
📃 Baca fatwa lainnya di
⤵️⤵️⤵️
http://bit.do/binhizamind