Senin, 28 November 2016

Mencari Berkah Dengan Sedekah 5

(Bagian- 5. selesai)
☄ *MENCARI BERKAH DENGAN SEDEKAH*

_*SEDEKAH ADALAH KEUNTUNGAN YANG TERSISA BUKANLAH KERUGIAN YANG SIRNA*

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

ﺇِﻥْ ﺗُﻘْﺮِﺿُﻮﺍ ﺍﻟﻠَﻪَ ﻗَﺮْﺿًﺎ ﺣَﺴَﻨًﺎ ﻳُﻀَﺎﻋِﻔْﻪُ ﻟَﻜُﻢْ ﻭَﻳَﻐْﻔِﺮْ ﻟَﻜُﻢْ

_“Jika kalian meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan balasannya dan mengampuni kalian”._ (QS At-Taghobun 17)

Jika kalian menginfakkan harta kalian di jalan Alloh, mengeluarkan infak yang baik dan mengharapkan pahala serta ganjaran dari Alloh dengan infak kalian tersebut, niscaya Robb kalian akan melipat gandakannya untuk kalian dan menggantikan satu dengan tujuh ratus kali lipat atau lebih bagi yang Dia kehendaki. Bersamaan dengan pelipat gandaan tersebut, Dia juga akan mengampuni azab yang bakal ditimpakan kepada kalian dengan sebab harta yang kalian infakkan di jalan Alloh. [Lihat Tafsir Ath-Thobary]

‘Aisyah Rodhiyallohu ‘Anha mengatakan bahwa dahulu shohabat menyembelih kambing dan menyedekahkannya, kemudian Rosululloh
Shollallohu ‘Alaihi wa Salam datang dan berkata: _“Apa yang tersisa darinya?”. ‘Aisyah menjawab: “Tidak ada yang tersisa kecuali tulang belikatnya”. Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Salam berkata: “(Bahkan) tersisa semuanya kecuali tulang belikatnya”_. (HR Tirmidzi dishohihkan Syaikh Muqbil dan Syaikh Al-Albany)

Hal itu karena yang dimakan itulah yang lenyap, sementara yang disedekahkan akan tetap tersisa di sisi Alloh.

Alloh Ta’ala berfirman:

ﻣَﺎ ﻋِﻨْﺪَﻛُﻢْ ﻳَﻨْﻔَﺪُ ﻭَﻣَﺎ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺑَﺎﻕ

_“Apa yang di sisi kalian akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal”._ (QS An-Nahl 96)

Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Salam bersabda:

ﻳﻘﻮﻝ ﺍﻟﻌﺒﺪ : ﻣﺎﻟﻲ، ﻣﺎﻟﻲ، ﺇﻧﻤﺎ ﻟﻪ ﻣﻦ ﻣﺎﻟﻪ ﺛﻼﺙ : ﻣﺎ ﺃﻛﻞ ﻓﺄﻓﻨﻰ، ﺃﻭ ﻟﺒﺲ ﻓﺄﺑﻠﻰ، ﺃﻭ ﺃﻋﻄﻰ ﻓﺎﻗﺘﻨﻰ، ﻭﻣﺎ ﺳﻮﻯ ﺫﻟﻚ ﻓﻬﻮ ﺫﺍﻫﺐ، ﻭﺗﺎﺭﻛﻪ ﻟﻠﻨﺎﺱ

_“Hamba berkata: “(Begini) hartaku, (begitu) hartaku, hartaku”. Sesungguhnya baginya dari hartanya hanyalah tiga: “Yang dia makan, maka itu akan lenyap. Yang dia pakai, maka itu akan lusuh. Yang dia sedekahkan, maka itu akan tersimpan. Sementara yang selain itu semua akan pergi dan dia tinggalkan untuk manusia”_ (HR Muslim dari Abu Hurairoh Rodhiyallohu ‘Anhu)

Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Salam bersabda:

ﻣَﺎ ﻧَﻘَﺼَﺖْ ﺻَﺪَﻗَﺔٌ ﻣِﻦْ ﻣَﺎﻝ

_“Shodaqoh tidaklah mengurangi harta”_ (HR Muslim)

Imam An-Nawawy Rahimahulloh mengatakan: _“Para ulama menyebutkan dua sisi makna, pertama maknanya adalah bahwa orang tersebut diberkahi pada sedekahnya dan ditolak bahaya sehingga “bentuk” kekurangan harta terganti dengan berkah yang ringan, perkara ini terjangkau oleh indera dan kebiasaan. Yang kedua, walaupun dalam “bentuk” berkurang namun pahala yang dihasilkan mengganti kekurangannya serta menambahnya dengan lipan ganda yang banyak”._
[Syarh Shohih Muslim]


_*JANGAN HITUNG-HITUNG JASA TERHADAP DAKWAH, JUSTERU SEMESTINYA KITA BERSYUKUR ALLOH MEMBERI TAUFIK KEPADA KITA UNTUK BEKERJA SAMA DALAM DAKWAH YANG PENUH BERKAH INI. ADANYA KITA ATAU TIDAK DAKWAH SALAFIYYAH TETAP BERJALAN*_

Alloh Ta’ala berfirman:

ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓُ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻟَﻌِﺐٌ ﻭَﻟَﻬْﻮٌ ﻭَﺇِﻥْ ﺗُﺆْﻣِﻨُﻮﺍ ﻭَﺗَﺘَّﻘُﻮﺍ ﻳُﺆْﺗِﻜُﻢْ ﺃُﺟُﻮﺭَﻛُﻢْ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺴْﺄَﻟْﻜُﻢْ ﺃَﻣْﻮَﺍﻟَﻜُﻢْ ^ ﺇِﻥْ ﻳَﺴْﺄَﻟْﻜُﻤُﻮﻫَﺎ ﻓَﻴُﺤْﻔِﻜُﻢْ ﺗَﺒْﺨَﻠُﻮﺍ ﻭَﻳُﺨْﺮِﺝْ ﺃَﺿْﻐَﺎﻧَﻜُﻢْ ^ ﻫَﺎ ﺃَﻧْﺘُﻢْ ﻫَﺆُﻟَﺎﺀِ ﺗُﺪْﻋَﻮْﻥَ ﻟِﺘُﻨْﻔِﻘُﻮﺍ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻤِﻨْﻜُﻢْ ﻣَﻦْ ﻳَﺒْﺨَﻞُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﺒْﺨَﻞْ ﻓَﺈِﻧَّﻤَﺎ ﻳَﺒْﺨَﻞُ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْﺴِﻪِ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻟْﻐَﻨِﻲُّ ﻭَﺃَﻧْﺘُﻢُ ﺍﻟْﻔُﻘَﺮَﺍﺀُ ﻭَﺇِﻥْ ﺗَﺘَﻮَﻟَّﻮْﺍ ﻳَﺴْﺘَﺒْﺪِﻝْ ﻗَﻮْﻣًﺎ ﻏَﻴْﺮَﻛُﻢْ ﺛُﻢَّ ﻟَﺎ ﻳَﻜُﻮﻧُﻮﺍ ﺃَﻣْﺜَﺎﻟَﻜُﻢ

_“Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu. Jika Dia meminta harta kepadamu lalu mendesak kamu (supaya memberikan semuanya) niscaya kamu akan kikir dan Dia akan menampakkan kedengkianmu. Ingatlah, kalian adalah orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (harta) pada jalan Allah, maka di antara kalian ada yang kikir. Barang siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Allah adalah Al-Ghony (Dzat yang Maha Kaya) sedangkan kalianlah orang-orang yang membutuhkan (kepada-Nya). Jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kalian) dengan kaum yang lain dan mereka tidak akan seperti kalian ini”._ (QS Muhammad 36-38)

Orang yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri karena dia telah mengharamkan pahala Alloh baginya. Alloh tidak rugi sedikitpun karena orang tersebut meninggalkan infak dan Alloh adalah Al-Ghoniy (Maha Kaya), tidak butuh kepada harta hamba-Nya. [Lihat tafsir Al-Qurthuby dan Ibnu Kasir]


_*TUNGGU APA LAGI...?!"*_

Alloh Ta’ala berfirman:

ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺇِﺫَﺍ ﺫُﻛِﺮَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺟِﻠَﺖْ ﻗُﻠُﻮﺑُﻬُﻢْ ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺗُﻠِﻴَﺖْ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺁﻳَﺎﺗُﻪُ ﺯَﺍﺩَﺗْﻬُﻢْ ﺇِﻳﻤَﺎﻧًﺎ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺭَﺑِّﻬِﻢْ ﻳَﺘَﻮَﻛَّﻠُﻮﻥَ

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Robblah mereka bertawakkal”_. (QS Al-Anfal 36)

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

ﻭَﺃَﻧْﻔِﻘُﻮﺍ ﻣِﻦْ ﻣَﺎ ﺭَﺯَﻗْﻨَﺎﻛُﻢْ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻞِ ﺃَﻥْ ﻳَﺄْﺗِﻲَ ﺃَﺣَﺪَﻛُﻢُ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕُ ﻓَﻴَﻘُﻮﻝَ ﺭَﺏِّ ﻟَﻮْﻟَﺎ ﺃَﺧَّﺮْﺗَﻨِﻲ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﺟَﻞٍ ﻗَﺮِﻳﺐٍ ﻓَﺄَﺻَّﺪَّﻕَ ﻭَﺃَﻛُﻦْ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤِﻴﻦ

"Infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepada kalian sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kalian, lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?”._ (QS Al-Munafiqun 10)

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺃَﻧْﻔِﻘُﻮﺍ ﻣِﻤَّﺎ ﺭَﺯَﻗْﻨَﺎﻛُﻢْ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻞِ ﺃَﻥْ ﻳَﺄْﺗِﻲَ ﻳَﻮْﻡٌ ﻟَﺎ ﺑَﻴْﻊٌ ﻓِﻴﻪِ ﻭَﻟَﺎ ﺧُﻠَّﺔٌ ﻭَﻟَﺎ ﺷَﻔَﺎﻋَﺔٌ

“Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepada kalian sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa’at”._ (QS Al-Baqoroh 254)

Imam Ibnu Katsir Rahimahullohu Ta’ala - dalam tafsirnya- mengatakan: _“Alloh Ta’ala memerintahkan para hamba-Nya untuk menginfakkan -dari rezki yang telah Dia berikan- di jalan-Nya, di jalan-jalan kebaikan, agar mereka menabung pahala kelak di sisi Robb sekaligus Pemilik mereka, dan Dia juga memerintahkan agar mereka bersegera untuk melakukan hal itu di kehidupan dunia”._

Alloh Ta’ala berfirman:

ﻭَﻣَﺎ ﻟَﻜُﻢْ ﺃَﻟَّﺎ ﺗُﻨْﻔِﻘُﻮﺍ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﻟِﻠﻪِ ﻣِﻴﺮَﺍﺙُ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ

“Mengapa kalian tidak menafkahkan harta kalian pada jalan Allah, Padahal Allah-lah yang mempunyai langit dan bumi?”._ (QS Al-Hadid 10)

Imam Abu Ja’far Ath-Thobary mengatakan: “Alloh Ta’ala mengatakan, _“Kenapa kalian wahai manusia tidak menginfakkan di jalan Alloh apa-apa yang telah Dia rezkikan kepada kalian?”. (Padahal) kepada-Nyalah harta-harta kalian tetap akan kembali walau kalian tidak menginfakkannya di jalan-Nya ketika kalian masih hidup. Karena Dialah yang memiliki perbendaharaan langit dan bumi. Hanya saja Dia Jalla Tsana’uhu memotivasi kalian untuk bagian kalian sendiri. Dia berkata kepada mereka, “Infakkanlah harta kalian di jalan Alloh agar hal itu menjadi simpanan bagi kalian di sisi Alloh, sebelum kalian meninggal dan kalian tidak mampu untuk itu”. “Apa yang menghalangi kalian untuk berinfak di jalan Alloh?, sementara semua jalan kebaikan ada padanya. Apa yang mengharuskan kalian untuk pelit? Sementara itu bukanlah milik kalian bahkan semua perbendaharaan di langit dan bumi adalah milik Alloh, semuanya akan berpindah atau dipindahkan dari tangan kalian, kemudian kembali kepemilikannya kepada pemiliknya Alloh Tabaroka wa Ta’ala. Maka ambillah harta itu untuk berinfak selama masih berada di tangan kalian, ambillah kesempatan”._ [Lihat Tafsir As-Sa’dy tentang ayat di atas]

_*Bersedekahlah mumpung masih dalam kelapangan.*_

Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam ditanya tentang sedekah yang paling banyak pahalanya, maka beliau menjawab:

ﺃَﻥْ ﺗَﺼَﺪَّﻕَ ﻭَﺃَﻧْﺖَ ﺻَﺤِﻴﺢٌ ﺷَﺤِﻴﺢٌ ﺗَﺨْﺸَﻰ ﺍﻟﻔَﻘْﺮَ، ﻭَﺗَﺄْﻣُﻞُ ﺍﻟﻐِﻨَﻰ، ﻭَﻻَ ﺗُﻤْﻬِﻞُ ﺣَﺘَّﻰ ﺇِﺫَﺍ ﺑَﻠَﻐَﺖِ ﺍﻟﺤُﻠْﻘُﻮﻡَ، ﻗُﻠْﺖَ ﻟِﻔُﻼَﻥٍ ﻛَﺬَﺍ، ﻭَﻟِﻔُﻼَﻥٍ ﻛَﺬَﺍ ﻭَﻗَﺪْ ﻛَﺎﻥَ ﻟِﻔُﻼَﻥٍ

“Engkau bersedekah dalam keadaan badanmu masih sehat dan jiwamu merasa pelit, engkau takut miskin dan mengangankan kekayaan. Janganlah engkau berlambat-lambat, sampai ketika nyawa sudah sampai ke tenggorokan engkau baru berkata: “Untuk si fulan segini, untuk si fulan segitu, ini dulu aku peruntukkan bagi fulan …”_ (HR Bukhory Muslim dari Abu Hurairoh Rodhiyallohu ‘Anhu)

💎 _*Faedah ✍🏼 oleh :*_
Ustadz Abu Ja'far Al Minangkabawiy -hafidzhohulloh-

Join http://bit.do/majaalisahlissunnahaudio