Selasa, 25 Oktober 2016
Tanda Kerasnya Hati
Fawâid As-Salafiyah:
*TANDA KERASNYA HATI SESEORANG*
Al-Hasan Al-Bashri rohimahullôh mengatakan:
أَرْبَعٌ مِنْ أَعْلَامِ الشَّقَاءِ: قَسْوَةُ الْقَلْبِ، وَجُمُودُ الْعَيْنِ، وَطُولُ الْأَمَلِ، وَالْحِرْصُ عَلَى الدُّنْيَا
“4 perkara dari tanda-tanda kesengsaraan: (1) Kerasnya hati, (2) kering dari menangis, banyak berangan-angan dan ambisi dalam mengejar dunia.” [LIhat “Az-Zuhd” oleh Ibnu Abid Dunya (hal.36)]
Mâlik bin Dinar rohimahullôh mengatakan:
«مَا ضُرِبَ عَبْدٌ بِعُقُوبَةٍ أَعْظَمَ عَلَيْهِ مِنْ قَسْوَةِ قَلْبٍ»
*“Tidaklah seorang hamba dihukum dengan suatu hukuman yang lebih berat baginya dari kerasnya hati.”* [Lihat “Al-‘Uqûbât” oleh Ibnu Abid Dunya (hal.67)]
Berikut tanda-tanda kerasnya hati seseorang;
[ 1 ] *MELAILAKAN PERKARA YANG WAJIB DAN MENERJANG PERKARA-PERKARA YANG HAROM.*
Allôh ta’alâ berfirman:
فَبِمَا نَقۡضِهِم مِّيثَٰقَهُمۡ لَعَنَّٰهُمۡ وَجَعَلۡنَا قُلُوبَهُمۡ قَٰسِيَةٗۖ
“(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu.”
[QS. Al-Mâidah:13]
[ 2 ] *MELAKUKAN KEBID’AHAN*
وَإِذۡ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوۡمِهِۦ يَٰقَوۡمِ لِمَ تُؤۡذُونَنِي وَقَد تَّعۡلَمُونَ أَنِّي رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيۡكُمۡۖ فَلَمَّا زَاغُوٓاْ أَزَاغَ ٱللَّهُ قُلُوبَهُمۡۚ وَٱللَّهُ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡفَٰسِقِينَ ٥
“Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, mengapa kamu menyakitiku, sedangkan kamu mengetahui bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allôh kepadamu?" Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allôh memalingkan hati mereka; dan Allôh tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasiq.”
[QS. Ash-Shof:5]
[ 3 ] *MENYEPELEKAN PERKARA WAJIB DAN SUNNAH*
Al-Munâwî rohimahullôh mengatakan:
وَالفُتُورُ عَنِ القِيَامِ بِالطَّاعَاتِ الفَرْضِيَّةِ وَالنَفْلِيَّةِ الَّذِي مِنْ ثَمَراَتِهِ قَسْوَةُ القَلْبِ.
“Futur dari mengerjakan ketaatan wajib maupun nafilah; yang membuahkan darinya kerasnya hati.” [Lihat “Faidhul Qodîr” (1/251)]
[ 4 ] *BANYAK TERTAWA*
Al-Munâwî rohimahullôh mengatakan:
كَثْرَةُ الضَّحِكِ تُوْرِثُ قَسْوَةَ القَلْبِ، وَهِيَ مُفْضِيَّةٌ إِلَى الغَفْلَةِ وَلَيسَ مَوتُ القَلْبِ إِلاَّ الغَفْلَةَ.
“Banyak tertawa menyebabkan kerasanya hati, yang hal tersebut mengantarkan kepada kelalaian dan tidaklah matinya hati kecuali adalah kelalaian.” [Lihat “Faidhul Qodîr” (3/76)]
[ 5 ] *KIKIR DAN TIDAK MAU PEDULI*
Nabi shollallôhu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا آمَنَ بِي مَنْ بَاتَ شَبْعَانَ وَجَارُهُ جائع إلى جنبه وهو يعلم به
*“Tidaklah beriman kepadaku orang yang bermalam dalam keadaan kenyang dalam keadaan tetanggannya lapar di sampingnya dan ia mengetahui hal tersebut.”* [HR. Ahmad dalam “Al-Musnad” dan dishohihkan oleh Al-Albani dalam “Shohihul Jâmi’” (no.5505)]
Al-Munâwî rohimahullôh mengatakan:
المُرَادُ نَفْيُ الإِيمَانِ الكَامِلِ وَذَلِكَ لِأَنَّهُ يَدُلُّ عَلَى قَسْوَةِ قَلْبِهِ وَكَثْرَةِ شُحِّهِ وَسُقُوطِ مُرُوءَتِهِ وَعِظْيِمِ لُؤمِهِ وَخُبْثِ طُوبَتِهِ.
“Yang dimaksud padanya adalah peniadaan keimanan yang sempurna, dikarenakan hal tersebut menunjukkan tentang kerasnya hati, banyak kekikirannya, jatuh muru’ahnya, kuat sifat jeleknya dan buruk tabiatnya.” [Lihat “Faidhul Qodîr” (5/407)]
[ 6 ] *BERLOMBA-LOMBA UNTUK MENCARI DUNIA.*
(وَلاَ تَنَافَسُوا) أي لاَ تَرغَبُوا فِي الدُّنْيَا وَلاَ تَفْتَتِنُوا بِهَا، لِأَنَّ المُنَافَسةَ فِيْهَا تُؤَدِّي إِلَى قَسْوَةِ القَلْبِ.
*“(Janganlah saling berlomba-lomba)* yakni janganlah kalian cinta kepada dunia dan jangan pula terfitnah dengannya, karena berlomba-lomba pada perkara dunia menyebabkan kerasanya hati.” [Lihat “Faidhul Qodîr” (6/386)]
Dan masih ada lagi dari tanda kerasnya hati seseorang.
نسأل الله السلامة والعافية
✍🏻 Faedah dari Ustadz Abu Muhammad Fuad Al-Jawy حفظه اللّٰه
=============
JOIN Telegram Chanel:
telegram.me/fawaidussalafiyah