Kamis, 20 Oktober 2016
Siapakah Yang Pertama Memunculkan Istilah Ahlusunnah Itu ?
Dari kalangan generasi Sahabat Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam, dia adalah Ibnu Abbas rodhiyallohu ‘anhuma. Sebagaimana disebutkan oleh penulis kitab Syarhu Ushuli I’tiqodi Ahlis Sunnati wal Jama’ah, disebutkan disana bahwa Ibnu Abbas rodhiyallohu ‘anhuma berkata :
الرجل من أهل السنة يدعو إلى السنة وينهى عن البدعة
“Seseorang dari kalangan Ahlus Sunnah, dia akan mengajak (berdakwah) kepada As-Sunnah, dan melarang dari Kebid’ahan.” (Syarh Ushul I’tiqod Ahlis Sunnah wal Jama’ah, atsar no. 11)
Dari kalangan generasi Tabi’in, adalah Ibnu Sirin rohimahulloh. Sebagaimana disebutkan oleh Al-Imam Muslim rohimahulloh dalam Muqoddimah Kitab Shohih Muslim karya beliau, beliau menyebutkan sanad-sanadnya hingga Ibnu Sirin rohimahulloh, bahwa dia berkata :
إن هذا العلم دين فانظروا عمن تأخذون دينكم
“Sesungguhnya ilmu ini (yakni tentang hadits dan sanad-sanadnya) adalah agama. Maka perhatikanlah/lihatlah, dari siapakah kamu mengambil agamamu.” (Muqoddimah Kitab Shohih Muslim, atsar no. 26)
Ibnu Sirin rohimahulloh juga berkata :
لم يكونوا يسألون عن الإسناد، فلما وقعت الفنة قالوا : { سموا لنا رجالكم، فينظر إلى أهل السنة فيؤخذ حديثهم، وينظر إلى أهل البدع فلا يؤخذ حديثهم }
“Dahulu mereka (para ulama Ahli Hadits) tidak bertanya tentang sanad-sanad hadits. Tetapi ketika terjadi fitnah (yakni banyak munculnya kebid’ahan), maka mereka berkata : “Sebutkanlah kepada kami para perowi hadits (sanad-sanad hadits) yang kalian sampaikan.” Maka lihatlah kepada Ahlus Sunnah, lalu ambillah hadits dari mereka. Dan lihatlah kepada Ahli Bid’ah, maka janganlah kamu mengambil hadits dari mereka.” (Muqoddimah Kitab Shohih Muslim, atsar no. 27)
Wallohu a’lamu bis showab.
Akhukum fillah, Abu Abdirrohman Yoyok WN Sby